Fokus Pengembangan Teknologi Roket

Berita



KOMURINDO 2019: Cikal Bakal Kemajuan Teknologi Penerbangan dan Antariksa Indonesia
Penulis Berita : Egi • Fotografer : Tim Diseminasi • 24 Aug 2019

Pameungpeuk – Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2019 telah selesai dilaksanakan (24 – 25 Agustus 2019). Hasilnya, mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih juara pertama di masing-masing kategori, yakni Wahana Sistem Kendali dan Muatan Roket. Mereka berhasil menyisihkan puluhan competitor lainnya dari berbagai pergurian tinggi seluruh Indonesia.

 

KOMURINDO yang kini menjadi ajang dua tahunan ini kembali digelar pada 2019 setelah terakhir digelar 2017 silam. Meski demikian, antusias masing-masing perguruan tinggi terhadap kompetisi ini tetap tinggi. Terhitung untuk ajang KOMURINDO 2019 ini ada 45 tim yang mewakili perguruan tingginya masing-masing berkompetisi menjadi yang terbaik. Kompetisi ini sendiri berlangsung bersamaan dengan Kompetisi Balon Atmosfer (KOMBAT).

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN, beserta para pejabat eselon 1 LAPAN, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut, Budi Gangan Gumilar, Wakil Ketua DPRD Garut, serta perwakilan Lanud TNI AU Cikelet. mereka membuka acara KOMURINDO – KOMBAT 2019 secara simbolik dengan meluncurkan roket uji muatan berisi spanduk LAPAN.

 

Thomas Djamaluddin berharap, pelaksanaan periode kali ini bisa membawa hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, sudah menjadi tugas LAPAN untuk memancing generasi muda mengolah bakat dan kemampuannya di dalam melahirkan suatu produk bangsa yang bermanfaat untuk memajukan Indonesia.

Untuk KOMURINDO 2019 ini dilakukan dua tahap pengujian yaitu Uji Fungsional dan Uji Terbang. Pada tahapan Uji Fungsional dilakukan untuk pengukuran dimensi, uji lingkungan (Shock dan G Force), Uji GCS (uji tampilan data di monitor), serta uji telemetri. Sedangkan dalam pelaksanaan uji terbang, para peserta menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu kecepatan angin yang cukup tinggi. Khususnya bagi Wahana Sistem Kendali, kecepatan angin mempengaruhi kinerja roket yang dirancang bangun.

KOMURINDO 2019 menetapkan lima tim sebagai juara. Untuk kategori Muatan Roket, Juara I (StarpenskyX7 - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Juara II (Graksa Ganesha - Institute Teknologi Bandung), Juara III (Kratakatau TSAT -Universitas Teknokrat Indonesia), Juara IV (Albatros - Universitas Tekom), dan Juara V (Arundat - Universitas Komputer Indonesia).

Sementara pemenang kategori Wahana Sistem Kendali adalah Juara 1 (EEPISky - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Juara II (LEGACYTY - Universitas Teknologi Yogyakarta), Juara III (ICAROS - Universitas Negeri Yogyakarta), Juara IV (Angkasa – Universitas Komputer Indonesia), Juara V (ROCKET E205 - Institut Teknologi Sepuluh November).

 

Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih, Sekretaris Utama LAPAN, saat menyerahkan penghargaan menyampaikan, acara ini merupakan ajang rutin yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengolah dan meningkatkan kompetensinya dalam merancang bangun muatan roket dan balon atmosfer. Acara ini merupakan cikal bakal kemajuan teknologi penerbangan dan antariksa di Indonesia.

“Jangan dilihat siapa juaranya, tetapi kita semua peserta adalah juaranya, bagi yang gagal kali ini jangan dilihat kegagalannya tetapi mempelajari apa kekurangannya. bahwa semua hasil yang baik berawal dari kegagalan. Prinsipnya kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. ” Erna menjelaskan kepada seluruh peserta.




Others
KOMURINDO 2019: Cikal Bakal Kemajuan Teknologi Penerbangan dan Antariksa Indonesia
24 Aug 2019
Pameungpeuk – Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2019 telah selesai dilaksanakan (24 – 25 Agustus 2019). Hasilnya, mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih juara pertama di masing-masing…

Kontak kami :
Pusat Teknologi Roket

Jl. Raya Lapan No. 2 Mekarsari, Rumpin
Bogor 16350, Jawa Barat
Telp. (021) 70952065
Fax. (021) 7095206



Flag Counter
 

© 2017 | Pusat Teknologi Roket | Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional | LAPAN