Fokus Pengembangan Teknologi Roket

Berita



FGD On Feasibility Of Future Indonesian Spaceport
Penulis Berita : Tim Diseminasi • Fotografer : Tim Diseminasi • 01 Aug 2017 • Dibaca : 31620 x ,

Bertempat di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Pustekroket mengadakan focus group discussion (FGD) On Feasibility of Future Indonesian Spaceport, tentang pemilihan lokasi  bandar Antariksa tanggal 1 s/d 3 Agustus 2017. Sebagai Narasumber didatangkan dari Jepang . Peserta FGD sebanyak 35 orang terdiri dari  para peliti dan pejabat struktural dilingkungan Lapan . Acara dibuka oleh Deputi Bidang Teknologi DR Rika Andiarti. Dalam sambutan dan pengarahannya,  beliau berharap banyak masukan2 yang didapat baik dari nara sumber maupun peserta FGD untuk mendapat lokasi bandar antariksa yg memenuhi syarat teknis , ekonomi , hukum dan lingkungan.


Nara sumber dari jepang yaitu Mr Tomonao Hayashi, Mr Soichiciro Asada, dan  Mr Shinji Hatta. FGD dipandu oleh DR Arif  Nur Hakim , dimulai dengan paparan dari Mr Tomonao Hayashi tentang roket dan orbit serta gambaran sececara umun fasilitas2 yg ada dalam pengembangan bandar antariksa, antara lain : rocket assembling room, performance test, electronic check out, phyrotecnics integration, radar telemetry and command center, antenna for radar, radar transmitter , radar reciever dan data processing computer, orbit display unit.


Nara sumber ke dua , Mr Soichiro Asada , Executive Director Japan Space Forum memaparkan mengenai Launch Vehicle Development in Japan, sejarah roket dan peluncuran di Jepang, baik roket padat maupun roket cair. Ada beberapa pertanyaan dari peserta FGD tentang hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi spaceport, berapa banyak sumber daya manusia yang diperlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun spaceport.

Prof Tomanao Hayashi melakukan demo simulasi pergerakan orbit, bagaimana satelit-satelit bergerak dalam orbitnya. Presentasi selanjutnya oleh Kepala Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa , Ir Agus Hidayat memaparkan tentang undang2 keantariksaan (PP 45/2017) mengenai bandar antariksa, perlu dibentuk panitia terintegrasi LAPAN , diskusi yang efektif dan juga dibuat workplan. Dalam diskusi , Deputy Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, DR Rika Andiarti mendukung pembentukan panitia internal LAPAN.  Kepala Pusat Teknologi Penerbangan menyarankan agar dalam membangun spaceport, memperhatikan sistem keamanan jalur udara. Masukan-masukan dari peserta FGD, diperlukan studi dari banyak negara yang mempunyai spaceport, bagaimana menentukan kebijakan mengenai spaceport, serta pembentukan tim amdal Nasional yang melibatkan sdm/instansi dari luar LAPAN.


Hari kedua FGD dimulai dengan presentasi oleh peneliti dari PSTA Suady,  tentang iklim dan cuaca disekitar Biak dan Morotai, candidat lokasi spaceport. Presentasi berikutnya  oleh Kabid Putekdata, Rubini, mengenai kontur daerah Biak. Sesi diskusi mendapatkan bebrapa masukan dan saran  antara lain : bisakah dibuatkan simulasi dari spaceport yang sudah ada kemudian bandingkan dengan rencana untuk spaceport Indonesia. Data angin, cuaca, awan  lokasi selama 1 tahun ,. LAPAN harus punya ahli yang bisa ambil keputusan bahwa roket meluncur atau tidak. Dari cerita Prof Hayashi, di Indonesia adakah Profesor yang bisa memberi referensi untuk menentukan lokasi atau tepatnya tokoh yang mau terjun langsung.

Acara berikutnya pembentukan team penentuan lokasi bandar antariksa dan membuat laporan hasil FGD dipandu oleh DR Arif Nur Hakim. FGD hari ketiga dimulai dengan perumusan hasil kajian pemilihan lokasi bandar antariksa oleh DR Arif Nur Hakim , dan penutupan FGD oleh Kabag Administrasi Pustekroket Ir Saeri.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts
Kontak kami :
Pusat Teknologi Roket

Jl. Raya Lapan No. 2 Mekarsari, Rumpin
Bogor 16350, Jawa Barat
Telp. (021) 70952065
Fax. (021) 7095206



Flag Counter
 

© 2019 | Pusat Teknologi Roket | Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional | LAPAN