Fokus Pengembangan Teknologi Roket

Berita



General Lecture Prof Qin Shi Yin
Penulis Berita : Tim Diseminasi • Fotografer : Tim Diseminasi • 07 Oct 2016 • Dibaca : 19193 x ,

Hari senin 26 sept 2016,  Prof Qin Shi Yin,  guru besar Bei hang University , Beijing yang sedang berada di Indonesia setelah menghadiri ISAST 2016 di Lombok 20-22 september 2016 mengadakan general lecture di Pusat Teknologi Roket Lapan dengan judul “ Detection Tracking of Small Dim Target for Airbone Infrared Reconnaissance System”. Peserta general lecture adalah para peneliti program kendali dan uji statik roket. Acara dibuka dan dipimpin langsung oleh Kabid Diseminasi Ibu Lilis Mariani, M.Eng, dan dihadiri oleh Kepala Pusat Teknologi Roket Bapak Drs Sutrisno, MSi .

General lecture didahului dengan pemaparan hasil riset Prof Qin Shi Yin. Presentasi ini menampilkan metoda baru untuk mendeteksi target dengan cara memfilter noise dari background menggunakan pendekatan optimasi.

Tantangan yang dihadapi riset ini adalah fase deteksi yang dilakukan sedini mungkin, ketika target masih terlihat sangat kecil di layar kamera. Konsekuensi yang menyertai fase ini adalah jarak yang jauh, pengaruh atmosfer yang sangat dominan. Kendala deteksi target ketika masih kecil adalah rendahnya nilai SCR, textur belum kongkrit, dan bentuk seperti titik di angkasa. Hal yang memudahkan analisis adalah sinyal atmosfer bersifat gradual, kontinyu dan isotropis. Pendekatan Gauss digunakan untuk mengkompilasi sinyal atmosfer, target dan noise. Pendekatan Gauss PCA sanggup mengekstraksi background (L), sedangkan Gauss RPCA sanggup mengekstraksi nilai target (S).

Gauss PCA + optimalisasi = Gauss RPCA

Sedangkan sinyal target bersifat : titik singular yang sangat anisotropis

Dalam forum diskusi/tanya jawab, beberapa peneliti Lapan menanyakan antara lain:

Tanya: Bagaimana batas terendah dari noise/gangguan?

Jawab: Jika image nya sama, maka tidak dapat dilakukan pengukuran


Tanya: Kenapa memilih Infra merah dan kenapa memilih universal camera?

Jawab: Karena system ini untuk diluar ruangan maka diperlukan alat/sensor yang praktis sehingga dipilih infra red.


Tanya: Bagaimana system ini dapat menggabungkan dengan fenomena Alam?

Jawab: Dengan pengaturan parameter, lebih banyak membuat percobaan, perhatikan gangguan yang ada (noise disturbance), noise sangat sulit untuk diprediksi, maka diperlukan banyak eksperimen untuk mengumpulkan data.


Saran: Diperlukan pemetaan noise

Jawab:  Betul, dalam percobaan dapat dilakukan penambahan noise.


Tanya:  Apakah pernah mencoba dengan membandingka  menggunakan Kalman filter?

Jawab: Tergantung pada modul yang digunakan, Kalman filter adalah sangat penting untuk modifikasi parameter guna meningkatkan hasil yang optimal.


Tanya: Persyaratan minimum apa yang diperlukan / seperti bagai,mana kecepatan prosesor dalam system ini?

Jawab: Harus spesifikasi militer.


Tanya: Bagaimana kecepatan proses image per detik?

Jawab: Tergantung pada algoritma yang ditetapkan.


Tanya: Berapa kemampuan skala minimum data yang bias diolah?

Jawab: 1 pixel.

Di akhir acara Prof Qin Shi Yin mengundang peneliti-peneliti Lapan untuk melakukan penelitian dan melanjutkan studi S2 , S3 di Bei hang University,Beijing. 





Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts
Kontak kami :
Pusat Teknologi Roket

Jl. Raya Lapan No. 2 Mekarsari, Rumpin
Bogor 16350, Jawa Barat
Telp. (021) 70952065
Fax. (021) 7095206



Flag Counter
 

© 2019 | Pusat Teknologi Roket | Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional | LAPAN