ISAST 2020: Semangat Kolaborasi Iptek Penerbangan dan Antariksa
By admin, 17 Nov 2020

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyelenggarakan seminar tentang teknologi penerbangan dan antariksa bertaraf internasional dalam ajang International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) 2020. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, seminar internasional yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom. ISAST kali ini mengusung tema The Science and Technology on Aeronautics and Space in The Industrial Era 4.0 to Support National Research Priorities.

Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN, yang secara langsung hadir untuk membuka gelaran acara ini menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan untuk terlaksananya ISAST 2020. Dalam pembukaannya, dia juga menyampaikan bahwa seminar ini harus dimanfaatkan sebagai upaya untuk berbagi pengalaman, sains dan teknologi khususnya bidang penerbangan dan antariksa. ISAST 2020 diharapkan mampu mendorong semangat kolaborasi dalam rangka menghasilkan produk-produk litbang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seminar ini terasa semakin menarik dengan kehadiran Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro. Dia memaparkan materi bertajuk “Building a National Aerospace Industry Ecosystem”. Ada 4 Prioritas Kemenristek pada Riset Teknologi Aerospace  diantaranya Bidang transportasi melalui pengembangan pesawat N219 Amfibi; Pertahanan dan keamanan roket dua tingkat dan Drone MALE-UAV; Multidisiplin Komunikasi satelit, satelit kontelasi orbit rendah; Penginderaan jauh untuk keberlangsungan lingkungan, mitigasi bencana, dan eksplorasi sumber daya alam.

Ada empat pebicara utama lain yang menyampaikan materi paparannya dalam pembukaan ISAST 2020. Kyle Taylor dari Momentum Aeronautics Amerika Serikat dengan materi “Designing and Managing The Certification of An Amphibious Aircraft Including The Challenges and Opportunities”, Yusuke Hiejima dari Kanazawa University Jepang dengan materi “Effect of Chemical Degradation and Pshycal Damage on Microstructure of Semi-Crystalline Polymers”, dan Jupriyanto dari Universitas Pertahanan dengan materi “Aerospace and Defense Technology Innovation in Indonesia” dan serta Caner Ozdemir dari Mersin University Turki dengan materi “Polarimetric Synthetic Aperture Radar Imaging”.

Selepas pembukaan, acara dilanjutkan dengan mempresentasikan paper hasil penelitian sebanyak 71 makalah. Presentasi sendiri dilakukan secara paralel pada empat kategori. Empat kategori tersebut antara lain “Satellite and Aircraft Technologies”, “Design, Modeling, and Simulation” dan “Structural, Composite, Rocket Propellant, and Atmospheric Science”, juga tentang “Sensors, Communication, and Telemetry System”. Selain Indonesia, seminar ini juga diikuti oleh peneliti dan perekaya dengan beragam latar berlakang ilmu dari berbagai negara seperti Malaysia, Tiongkok hingga Jepang.